Minggu, 21 Februari 2016

Daftar Objek Wisata di Kabupaten Seruyan

AAAKabupaten Seruyan adalah sebuah kabupaten di provinsiKalimantan Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kuala Pembuang. Semboyan Kabupaten ini adalah “Gawi Hatantiring” yang artinya Bekerja Bersama-sama
Artikel ini tentunya sangat berguna jika anda ingin berlibur ke Seruyan, meskipun daftar yang kami buat ini belum lengkap.

Berikut daftar Objek Wisata yang ada di kabupaten Seruyan :

Tabel Objek Wisata
No
Nama Objek Wisata
Jenis Wisata
Lokasi Wisata
1
Danau Sembuluh
Tirta
Kecamatan Sembuluh
2
Desa Bangkal
Budaya
Kecamatan Sembuluh
3
Industri Perahu Tradisional
Minat Khusus
Kecamatan Sembuluh
































Kepariwisataan merupakan salah satu pendapatan daerah yang harus di kelola dengan baik, mengingat kabupaten ini sangat kaya akan tempat wisata harusnya pemerintah lebih peduli dan membuat prasarana – prasarana yang baik di kawasan pariwisata sehingga para pengunjung memiliki kepuasan sendiri saat mengunjungi objek wisata tersebut.  

Begitu banyak memiliki objek – objek wisata yang masih belum di publikasikan, sehingga kami tidak bisa memberikan daftar yang lengkap tentang objek wisata di kabupaten Seruyan ini, tapi dengan ada nya artikel ini semoga dapat memperkenalkan lebih jauh tentang keadaaan wisata di daerah tersebut. Bagi anda yang memiliki kritik dan saran bisa di muatkan di kolom komentar yang sudah di sediakan. Sekian trima kasih.

Jumat, 19 Februari 2016

Daftar Objek Wisata di Kabupaten Pulang Pisau

AAA – Kabupaten Pulang Pisau adalah sebuah kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu Kota kabupaten ini juga bernama Pulang Pisau. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 8.997 km² atau 5.85% dari luas provinsiKalimantan Tengah
Semboyan kabupaten ini adalah "Handep Hapakat" yang berarti Persatuan dan Kesatuan Semua Komponen Masyarakat. Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indie tahun 1849, wilayah Dayak Besar ini termasuk dalam zuid ooster - afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8

Kabupaten Pulang Pisau pada umumnya termasuk daerah beriklim tropis dan lembap. Temperatur berkisar antara 26,5–27,5 derajat Celcius dengan suhu udara rata-rata maksimum mencapai 32,5 derajat Celcius dan suhu udara rata-rata minimum 22,9 derajat Celcius. Kelembapan nisbi udara relatif tinggi dengan rata-rata tahunan di atas 80%. Yang membuat kabupaten ini memiliki beragam objek wisata yang unik, tentunya wajib untuk anda kunjungi!
Berikut daftar objek wisata yang ada di kabupaten Pulang Pisau :
No
Nama Objek Wisata
Jenis Wisata
Lokasi Wisata
1
Pantai Cimantan
Alam
Kecamatan Kahayan Kuala, Desa Cimantan
2
Danau Sabuah
Alam, Rekreasi
Kecamatan Kahayan Tengah, Desa Tuwung
3
Betang Buntoi
Budaya
Kecamatan Kahayan Hilir, Desa Buntoi
4
Jembatan Tumbang Nusa






























Kepariwisataan merupakan salah satu pendapatan daerah yang harus di kelola dengan baik, mengingat kabupaten ini sangat kaya akan tempat wisata harusnya pemerintah lebih peduli dan membuat prasarana – prasarana yang baik di kawasan pariwisata sehingga para pengunjung memiliki kepuasan sendiri saat mengunjungi objek wisata tersebut.

Begitu banyak memiliki objek – objek wisata yang masih belum di publikasikan, sehingga kami tidak bisa memberikan daftar yang lengkap tentang objek wisata di kabupaten Pulang Pisau ini, tapi dengan ada nya artikel ini semoga dapat memperkenalkan lebih jauh tentang keadaaan wisata di daerah tersebut. Bagi anda yang memiliki kritik dan saran bisa di muatkan di kolom komentar yang sudah di sediakan. Sekian trima kasih.

Daftar Objek Wisata di Kabupaten Lamandau


AAA – Kabupaten Lamandau adalah sebuah kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu kota nya adalah Nanga Bilik. Luas wilayah 6.414 km². Lamandau adalah salah satu kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat berdasarkan UU No. 5 Tahun 2002, yang di resmikan pada tanggal 4 Agustus 2002.
Kabupaten ini memiliki semboyan yaitu “Bahaum Bakuba” yang berarti Musyawarah Untuk Mufakat. Kebupaten ini juga terbagi menjadi 8 kecamatan, 3 kelurahan dan 79 desa yang memiliki Objek wisata yang wajib anda kunjungi.


Berikut daftar objek wisata yang ada di Kabupaten Lamandau :

No
Nama Objek Wisata
Jenis Wisata
Lokasi Wisata
1
Bukit Sebayan Bungsu
Alam
Kecamatan Delang
2
Batu Batungkat
Alam
Kecamatan Delang, Desa Kubung
3
Air Terjun Siukam
Alam
Kecamatan Delang, Desa Kubung
4
Air Terjun Palei Kodan
Alam
Kecamatan Bulik
5
Sendang Biru
Alam
Kecamatan Bulik/H5
6
Riam Keladu
Tirta
Kecamatan Delang, Desa Benakitan
7
Riam Bahu Burung
Tirta
Kecamatan Bulik, Desa Kemujan
8
Riam Tapin Bini
Tirta
Kecamatan Lamandau, Desa Tapin Bini
9
Betang Dinding Tambi
Budaya
Kecamatan Lamandau, Desa Tapin Bini
10
Betang Ojung Batu
Budaya
Kecamatan Delang

















Kepariwisataan merupakan salah satu pendapatan daerah yang harus di kelola dengan baik, mengingat kabupaten ini sangat kaya akan tempat wisata harusnya pemerintah lebih peduli dan membuat prasarana – prasarana yang baik di kawasan pariwisata sehingga para pengunjung memiliki kepuasan sendiri saat mengunjungi objek wisata tersebut dan begitu banyak objek – objek wisata yang masih belum di publikasikan, sehingga kami tidak bisa memberikan daftar yang lengkap tentang objek wisata di kabupaten Lamandau ini, tapi dengan ada nya artikel ini semoga dapat memperkenalkan lebih jauh tentang keadaaan wisata di daerah tersebut. Bagi anda yang memiliki kritik dan saran bisa di muatkan di kolom komentar yang sudah di sediakan. Sekian trima kasih

Selasa, 09 Februari 2016

Batang Garing atau Pohon Kehidupan

AAABatang Garing atau Batang Haring yang berarti Pohon Kehidupan. Batang Garing berbentuk seperti mata tombak yang mengarah ke atas atau langit. Hal ini dipercaya melambangkan kepercayaan Agama Kaharingan ( kepercayaan suku dayak ) Ranying Mahatala Langit, sumber segala kehidupan.
Setiap dahan memiliki tiga buah yang menghadap ke atas dan ke bawah. Dahan tersebut me¬lambangkan tiga kelompok besar manusia sebagai keturunan Maharaja Sangiang, Maharaja Sangen, dan Maharaja Bunu atau Buno. Sedangkan daunnya melambangkan ekor dari salah satu burung yang menjadi identitas suku dayak yaitu Burung Enggang. Sedangkan dibagian bawah Batang Garing mempunyai guci berisi air suci serta dahan berlekuk yang juga melambangkan melambangkan Jata atau dunia bawah atau sering disebut dengan Pulau Batu Nindan Tarung. Pulau yang menjadi tempat manusia pertama kali sebelum diturunkan ke bumi.

Batang Garing atau Pohon Kehidupan juga melambangkan keseimbangan atau keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Sebuah triangulasi. Batang Garing dengan Guci ( Balanga ) menyimbolkan dua dunia, dimana dunia atas dilambangkan dengan Pohon kehidupan dan dunia bawah dengan dilambangkan dengan Guci, tapi terikat oleh satu kesatuan yang berhubungan serta membutuhkan. Sementara buah yang ada pada Batang Garing melambangkan sebuah kelompok dari umat manusia. Dimana kedua Buah tersebuat ada yang mengarah ke atas dan juga ada yang mengarah ke atas adalah sebagai pengingat bagi manusia untuk selalu menghargai antara sesama. Jadi Tempat asal dari manusia yaitu ada di dunia atas atau Lewu Tatau.


Dalam Suku Dayak Ngaju (Biaju) Batang Garing merupakan anugrah Tuhan yang di turunkan lansung dari Ranying Hatalla Langit, Tuhan dalam bahasa Suku Dayak Ngaju. Batang Garing Juga melambangkan 3 Alam yang di percayai yaitu : Alam bawah, Pantai Danum Kalunen, dan Alam Atas. Seperti Air, Bumi, dan Surga.


Seperti yang di katakan Cjilik Riwut “Alam atas merupakan tempat tinggal Ranying Hatalla Langit. Sedangkan Bumi menjadi tempat ting¬gal manusia. Sementara itu, alam bawah adalah tempat tinggal Jata atau Lilih atau Raden Tamanggung Sali Padadusan Dalam atau Tiung Layang Raja Memegang Jalan Harusan Bulau, Ije Punan Raja Jagan Pukung Sahewan”


Itulah Sejarah Dari Batang Garing yang menggambarkan awal mula terbentuknya bumi, manusia serta suatu jalan menuju akhir untuk masa depan. Munkin bagi beberapa generasi – generasi muda suku dayak banyak yang tidak mengerti arti sebuah Batang Garing atau Pohon Kehidupan, smoga siapa saja yang membaca arikel ini wawasan nya menjdai lebih luas dan menumbuhkan kecintaan nya terhadap sejarah dan seni serta budaya dayak.

Selasa, 02 Februari 2016

Suta Ono - Tamak Mas di Telang Siong

AAA – Sota Ono atau dengan sebutan “suta unu” dalam bahasa dayak maanyan, karena dalam bahasa dayak maanyan tidak mengenal ejaan “O” yang di ubah menjadi “U”. Sota Ono adalah putra asli dayak maanyan dan menjadi pelaku sejarah suku dayak maanyan paju epat. Sota Ono menjadi pemimpin suku dayak maanyan tetapi bekerja pada pemerintah belanda dan menjadi pemimpin sebuah District Van Osst atau Dusun Timur. Sota Ono bukan lah Raja atau pun penghianat, tapi berkat kepemimpinan nya dapat mempersatukan suku dayak maanyan dari berbagai kesulitan hidup karena di tindas oleh Kerajaan Banjar.
Suta Ono - Tamak Mas di Telang Siong

Suta Ono Lahir di Telang Siong pada tahun 1822 dan meninggal pada tahun 27 April 1894 (72 Tahun). Dengan nama panggilan Abu. Dia dimakamkan secara kremasi menggunakan adat Maanyan Paju Epat. Yang dinamakan Tamak Mas tempat abu kreasi Suta Ono. Orang – orang desa Telang Siong lebih mengenalnya dengan sebutan Tamak Mas.

Suta Ono adalah seorang pahlawan pemberani yang mendapatkan penghargaan bintang satria dati pemerintah kolonial Belanda seperti medali Singa Belanda (leeuw nederlandse), Bintang kesatria (Ridder Nederlandse) dan bintang militer Williem Orde kelas 3. Hal ini juga menjadi perdepatan, ada yang mengatakan bahwa Suta Ono adalah penghianat karena bekerja kepada belanda.

Terlepas dari sejarah tersebut, kini Makam Suta Ono sudah menjadi tempat objek wisata yang ada di desa Telang. Makam Suta Ono terletak di kawasan Objek wisata Lewu Hante Telang Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur. Tempat ini juga dilengkapi dengan taman – taman yang indah sebagai tempat rekreasi. Makam Suta Ono juga menjadi wisata sejarah dan mitos yang juga banyak mendatangkan pejiarah – pejiarah lokal maupun mancanegara.

Baca : Objek Wisata Lewu Hante Telang Siung

Makam Sota Ono juga dibuatkan rumah tersendiri, yang juga berada di kawasan kuburan desa Telang Siong. Memang terlihat sedikit angker jika rumput – rumput yang tumbuh di sekitar makam tidak di potong. Sebuah warisan Sejarah Suku Dayak yang perlu di jaga, semoga dengan membaca artikel ini dapat memberi wawasan bagi anda. Tabe!!