Tampilkan postingan dengan label PERJALANAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERJALANAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Maret 2017

#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 5

Explore Sungai Harara 'Memancing Dan Mencari Umbut Rotan’ [BARTIM]

AAA – Pada tanggal 16 Januari 2017 kemaren, Perjalanan di Tanah Dayak melakukan perjalanan ke desa Harara, kec. Dusun Timur, kab. Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Sungai Harara (Barito Timur)
Desa Harara merupakan salah satu desa tertua dalam sejarah Dayak Maanyan, yang merupakan salah satu dari Dayak Maanyan Kampung Sepuluh.

Desa ini memiliki destinasinya sendiri yaitu tempat pemancingan. Itulah yang menjadi daya tarik bagi kami untuk membuat film ini

Desa ini yang terletak di pinggir/hilir sungai sirau yang ada di kota Tamiang Layang, dapat di tempuh sekitar 15 menit dari kota Tamiang Layang melalui desa Sarapat (Eba Raya).

Inilah Film yang di buat oleh pemuda Dayak ( Sangkay City Blogs & Jaar Sangarasi Production) dalam Perjalanan di Tanah Dayak Episode 5 "Explore Sungai Harara 'Memancing Dan Mencari Umbut Rotan' [BARTIM]". silahkan di tonton!!
 
KLIK LINK INI UNTUK MENONTONYA DI YOUTUBE SECARA LANSUNG
(DISINI)

Terima kasih buat teman – teman yang mau membantu dengan sukarela dalam pembuatan film, dimana semuanya dilakukan dengan dana sendiri.
Tabe, mohon kritik dan saranya!!
Tonton juga :
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 6

Sabtu, 21 Januari 2017

#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 4

Adat Ngampamai Lewu Nanyu

AAA – Tabe!! Andri arai atei karena kita dapat bertemu. Pertama kami ucapkan selamat tahun baru 2017!

Well pada tahun kami sangkay city blog dalam perjalanan di Tanah Dayak, pergi ke acara adat “ngampamai lewu nanyu” yang di adakan di Lewu Hante desa Telang, kecamatan Paju Epat, kabupaten Barito Timur.

Dalam perjalanan tersebut kami juga mengambil gambar dan video dalam perjalanan, dan video trsebut kami buat serta di jadikan dalam #Perjalananditanahdayak #Episode4


Bersama dengan beberpa pemuda bartim, seperti Septian Dwi Erwandi, Resky Setiawan, Matius Muntai Langit dan Dwi Putra BBM, serta saya sendiri. (baca : objek wisata lewu hante telang)

Berikut video nya :

Terima kasih... #perjalananditanahdayak

Follow juga akun instagram kami : @perjalananditanahdayak @sangkaycityblogs

Tonton juga :



Kamis, 01 Desember 2016

Iring Witu, Iring Barito, Barito Selatan

AAA – Dalam perjalanan di tanah dayak kali ini, sangkay city blog melakukan perjalanan ke kab. Barito Selatan. Ke kota Buntok dan, Kalahien, dan Mabuan.

Dari Tamiang Layang ke Buntok memerlukan watu tempuh sekitar 2 jam, tujuan nya adalah ingin melihat sungai barito secara lansung dan aktifitas masyarakat Barito Selatan.

Tempat menarik yang kami kunjungi adalah pinggir Sungai barito yang ada di kota buntok, oleh masyarakat setempat di namai IRING WITU yang artinya pinggir barito.

iring witu
Seperti gambar di atas, terlihat luasnya sungai barito yang ada di barsel, prov. Kalimantan Tengah.

Setelah selesai di Buntok, perjalanan kami lanjutkan ke desa Kalahien, desa yang memiliki jembatan penghubung antar kabupaten yang ada di kawasan DAS Barito dengan kota Palangaka Raya.

Baca juga : Bundaran Dahani Dahanai Tuntung Tulus

Sampai di desa Kalahien, yang kami tuju adalah IRING BARITO, tepatnya dibawah jembatan Kalahien, kebetulan waktu itu perjalanan kami musing kemarau, jadi air barito sedang surut. Hal ini membuat kami bisa bermain di pasir dibawah jembatan Kalahien.

iring barito
Seperti di pantai rasanya, menikmati hembusan angin di pinggir sungai Barito atau dengan sebutan kami IRING BARITO.

Perlu anda ketahui juga di kalahien, Masyarakat nya adalah Suku Dayak Dusun Maanyan, masih banyak situs situs sejarah di desa ini, bukti tanggung jawab masyarakat akan budayanya.

Baca Juga : Buntok Kota Batuah

Tempat yang terakhir adalah desa Mabuan, desa ini berseblahan dengan desa Kalahien. Desa Mabuan adalah desa yang menarik menurut kami. Itulah yang menjadi daya tarik bagi kami, beberapa situs sejarah ada di desa tersebut.

Desa di yang satu ini cukup unik, karena tersembunyi, bisa admin katakana, desa ini adalah desa tersembunyi di balik daun. Haha…

barito selatan
Well.. itu lah sedikit cerita tentang perjalanan kami ke Iring Witu, Iring Barito, Barito Selatan. Nikmati dunia dengan bersyukur, karena kita anak merdeka ; anak-anak semua bangsa. Tabe.

Dayu! dan Existensi Nya..

AAA – Desa Dayu adalah desa yang unik dan memliki sejarah yang panjang. Desa yang beradi di kecamatan karusen Janang, Kab. Bartim ini memiliki penduduk yang lumayan banyak.

Sebenarnya saya sudah pernah menulis artikel tentang dayu (bisa dibaca di sini artikelnya). Dan di tulisan kali ini, saya sedikit bingung tentang apa yang akan saya tulis. Haha…

Di dayu, ada ABEH, seperti di lagu yang liriknya “hang Dayu, Naan Abeh”. Menymak dari lagu itu, pada bulan juli tgl 09 kemarin ada ritual adat MIWIT ABEH, ritual tersebut dilaksanakan dib alai Keramat Abeh, yang letaknya dekat dari bundaran Dayu kea rah Tamiang Layang. MIWIT ABEH adalah ritual yang dilaksanakan tiap tahun di Dayu, yaitu member makan ABEH, abeh menurut sejarahnya adalah orang yang berubah menjadi patung.

pada saat ritual abeh


Foto di atas adalah waktu saya menyaksikan ritual abeh, di dayu. Ritual ini juga pertama kali saya menyaksikan nya di dayu. Inilah salah satu exsistensi dayu.

Pada waktu yang berbeda,  saya kami admin Sangkay City Blog juga pernah ke stay di Bundaran Dayu, bersama teman-teman dari Sarapat dan Dabung.

Bundaran yang cukup megah, besar, dan juga mengganggu lebernya jalan ini kami jadikan temapat stay.

Bicara sedikit tentang dayu, sebenarnya ini adalah rahasia umum, banyak masyarakat maanyan menyatakan orang dayu itu Mauring/Pelit, hal tersebut menarik perhatian kami untuk mengetahui kenapa orang Dayu di cap sebagai orang mauring, (jika anda mengetahui alasan kenapa orang dayu di sebut sebagai orang mauring, bisa anda masukan di kolom komentar di artikel ini). Pendapat kami sih mungkin orang dayu itu Mateke yang artiknya Irit, berarti bisa menabung, tapi mauring dan Mateke itu berbeda pengertian nya.

Terlepas dari itu, desa dayu yang kami lihat sekarang adalah desa cukup maju di kab. Barito timur.

Well.. itu tadi artikel kami tentang Dayu dan Exsistensinya, maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan, mohon kritik dan sarannya, Terima kasih!

Salam blogger Sangkay!

Kamis, 24 November 2016

Dam Tampa, Wisata dan Rekreasi Kabupaten Barito Timur

AAA – Salamat panalu ma naun sa haut mambaca tulisan ina, ok. Dalam posting kali ini admin akan memberitahukan objek wisata menarik yang ada di kawasan kabupaten Barito Timur.
Objek wisata yang merupakan tempat rekreasi dengan panorama alam dan sungai di bendungan tampa merupakan destinasi pariwisata di Bartim. Dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari kota Ampah dan kota Tamiang layang, menjadikan DAM TAMPA adalah tempat favorit rekreasi oleh para pemuda, dan masyarakat.

Nah.. dalam perjalanan wisata yang admin lakukan ke dam tampa, bersama Puran (Dody) pada tgl 24 juli 2016 lalu, yang juga bersamaan pada perjalanan ke desa Wuran dan Ipu Mea (klik di sini untuk membaca artikel perjalanan ke Wuran dan Ipu Mea). Perlu anda ketahui, dam tampa di buat untuk mengendali luapan air sungai tampa, yang di aliri untuk persawahan masyarakat. Tampa juga merupakan salah satu desa penghasil padi terbaik di barito timur. Pertama memasuki jalan menuju dam tampa anda sudah di suguhkan keindahan sawah sawah padi yang luas dan hijau, serta bisa melihat aktivitas petani di sawah secara lansung. Sesampainya di bendungan tampa, kami disuguhkan indahnya alam dan luasnya debit air, serta percikan suara air terjun di dam tampa.
Perlu anda ketahui juga, desa tampa merupakan desa yang berada di kecamatan Paku yang menjadi pusat desa-desa di kecamatan tersebut.

Untuk anda yang sudah pernah ke dam tampa, pasti setuju dengan artikel ini. Bagi yang belum pernah, maka datanglah ke dam tampa!

bendungan tampa
Di barito timur sendiri terdapat beberapa dam atau bendungan yang di jadikan tempat wisata, yaitu Dam Tampiyua dan dam Batu Putih/Karau.

Baik, terima kasih atas kunjungan nya, semoga bermamfaat! Tabe, salamat panalu lagi andri artikel kami sa lain ni.

Minggu, 20 November 2016

Desa Harara, Kegiatan Memancing dan Jembatan Dua

AAA – Tabe, Andri Arai Atei daya takam tau panalu.. Kali ini admin akan menceritakan tentang kegiatan memancing ke desa Harara yang di lakukan pada saat liburan smester lalu, bersama admin Depri Manuel,  Dwi Putra BBM (Utuh Lule), dan Pemuda yang pernah kami kunjungi dalam Perjalanan di Tanah Dayak Episode III yaitu Indri Nahas (AL).

Lokasi Memancing kali ini berada di desa Harara, Desa Harara adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Dusun Timur, kabupaten Barito Timur.

Nah, bagi anda yang juga memiliki hobi memancing, sungai Harara merupakan salah satu destinasi tempat memancing terbaik di bartim, selain Sungai Patai (baca artikel Sungai Patai, Lokasi Memancing Terbaik di Barito Timur).

Siang itu, rencana dan perlengkapan sudah tersusun rapi, kami pergi ke harara. Untuk penanggung jawab dalam kegiatan ini adalah Dwi Putra BBM yang merupakan ahli sejarah dan lingkungan di desa harara. Sampai nya di harara kami parkir motor di tempat Busu.

memancing di sungai harara
Sesampai nya di sungai harara, kami memilih jalur Hawa (hilir) ke arah karukan yang berjarak sekitar 1 KM, dalam perjalanan ke hawa, kami mengikuti jalur setapak yang sering di lalui masyarakat lokal, kami juga melewati 2 (dua) Jembatan, dimana 1 jembatan nya terlihat megah dan permanen, dan yang satunya adalah jembatan sementara yang terbuat dari batang kayu kecil yang disusun.
jemban di sungai harara
Singkat cerita, sampai lah kami pada spot pemancingan yaitu di daerah karukan, dimana lokasinya merupakan anak dari sungai Harara, karena jika memancing di anak sungai, sasaran utama memancing adalah ikat Papuyu, Kakapar, Tauman dan Behau (Tawelen atau haruan alias ikan Gabus).

Setelah mendapatkan beberapa ekor Tawelen yang lumayan besar, jika di total kiloan yang kami dapat sekitar 4 kilogram.

Melihat mentari mulai tenggelam, kamipun kembali ke tempat parkir, sempat dalam perjalanan kami merasa di ganggu eleh mahluk mahluk astral. Untung nya kami bersama seorang yang bisa mengusir roh roh tersebut, yaitu Pemuda, Wadian Dayak Maanyan.

Sempat singgah di sebuah warung milik warga desa harara, dan berbincang bintang tentang keadaan desa harara sekarang yang tidak begitu di perhatikan oleh pemerintah, Sambil menghabiskan kopi dan rokok.

Untuk rute ke tempat memancing ini (Sungai Harara) :

Jika anda dari kota Tamiang layang, pertama melewati lampu merah Tumpa Dayu, ke arah Kec. Paju Epat, sampai di Dusun Ebaraya (Desa Sarapat) ada persimpangan ke kiri dan itulah jalan ke Harara, tinggal lurus saja anda akan sampai ke sungai Harara. Paham leh kira ku!!

dwi tule dan AL
Oke terima kasih telah membaca artikel ini, maaf jika ada kesalahan dan kata-kata yang tidak sopan! Untuk pemuda harara, tetap semangat dan berkaryalah untuk memajukan daerahmu. Tabe.

#Sangkay City

Selasa, 01 November 2016

#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 3

Pemuda, Wadian Dayak Maanyan

AAA – Kemenangan sejati adalah yang bisa melihat masa depan. Taukah anda maksudnya..?

Dalam film kali ini, Perjalanan di Tanah Dayak membuat sebuah film pendek tentang kebudayaan dayak maanyan di kabupaten barito timur.
 Film ke-3 yang berjudul “Pemuda Wadian Dayak Maanyan” dalam bahasa dayak maanyan ini dibuat atas kecintaan para pemuda admin atau penulis artikel di blog ini, Sangkay City.
 Film yang berdurasi 15 menit 30 detik di atas kami buat di pedalaman desa sarapat, kec. Dusun timur, Barito Timur. Yaitu di “UME” atau ladang, Pertanian lahan kering. Dimana pertanian lahan kering adalah kebudayan asli suku dayak di Borneo.
Film Pemuda, Wadian Dayak Maanyan

Tonton juga :
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 1
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 2
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 4

By : Sangkay City Blog ft Jaar Sangarasi Production.

Senin, 10 Oktober 2016

#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 2

PERJALANAN KE KEC PAJU EPAT OBJEK WISATA LEWU HANTE TELANG DAN MAKAM SUTA ONO

AAA – Pemuda selalu melakukan hal-hal yang sulit di prediksi. Karena itu kami percaya bahwa “hidup menjadi manusia ; dimana kita lahir, sekolah, bekerja, berkeluarga dan mati” niscaya hidup tak akan membaik. Maka jangan ragu untuk membuka jalan baru dan membuat perubahan.

Dalam Film ke-2 yang di buat sangkay city blog dan Jaar Sangarasi Production kali ini menceritakan tentang “Perjalanan ke Kec. Paju Epat yang berada di kabupaten Barito Timur. Dimana tempat yang menjadi tujuan kami adalah kewasan objek wisata Lewu Hante di Telang.

Ini Filemnya silahkan di tonton!!! 

Film di atas adalah cara kami mencintai alam

Tonton juga :
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 1
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 3
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 4

Tabe, andri aria atei ma takam katuluhni. .

Sabtu, 24 September 2016

Perjuangan, “Wuran dan Ipu Mea”

AAA – Pagi itu, cuaca cerah agak sedikit panas. Terdapatkan pemikiran baru untuk jalan – jalan, yah karena memang saat itu saya sedang liburan ke kampung halaman saya di desa Sarapat, atau lebih tepatnya Sangkay. Mengingat pekerjaan sampingan saya sebagai seorang penulis artikel di blog yang memiliki menu/kategori Perjalanan dan Wisata, maka saya bertujuan untuk pergi ke desa Wuran dan Desa Ipu Mea yang ada di kecamatan Paku, kabupaten Barito Timur.
Dalam perjalanan tersebut saya lakukan dengan Dwi Putra BBm dan Dody Yanto P. Perjalanan tersebut saya lakukan dalam waktu yang berbeda, pertama bersama Dwi Putra BBM dan yang terakhir dengan Dody yanto. P.
 

Tujuan perjalanan ke Wuran dan Ipu Mea adalah untuk mengetahui keadaan alam serta masyarakat yang ada di desa tersebut, serta mencari cinta yang mungkin ada dan tersembunyi di desa tersebut (for me). Dan untuk perjalanan di Tanah Dayak yaitu berziarah ke Makam Jangut Mariang di Ipu Mea.

Berikut data perjalanan menurut waktu dan tanggal :
 

1.    Perjalanan Pertama Pada tanggal 18 Juli 2016.
Seperti biasa, perjalanan ini hanya dilakukan oleh saya dan Dwi Putra BBM, Dengan tujuan ngapung pacar dody, hi lista, ke desa Wuran. Dengan semangat yang lagi on fire. Pada saat memasuki persimpangan jalan menuju Wuran dan Ipu Mea, berdiri sebuah plang petunjuk jalan yang bertuliskan Ipu Mea lurus ke depan, Tampa ke kanan, dan Wuran ke kiri. Sempat singgah sebentar dan mengambil foto di tempat tersebut, perjalanan kami lanjutkan.

Sekitar 20 meter setelah melewati rambu penunjuk arah tersebut, Fvking hell man, ban sepeda motor kami bocor. Tentu saja pilihan terbaik adalah kembali dan mencari bengkel. 

Sebenarnya cerita selanjutnya adalah sangat menyedihkan (freememory). Untungnya Dwi Putra BBm memiliki hp yang setara nilainya dengan uang rp. 40.000,00.  ..dan kamipun pulang.

2.    Perjalanan ke 2 pada tanggal 20 Juli 2016
Dalam perjalanan ini kami sedikit merubah sketsa jalur, tapi masih dalam perjalanan saya dan Dwi Putra BBm saja. Dari tujuan awal ke Wuran, kami alehkan ke desa Ipu Mea, karena mengingat kejadian sebelumnya menuju desa wuran, ban motor kami bocor, sampai hp Dwi Putra BBm di Sandra untuk membeli ban dalam motor.

Perjalanan lancer sampai di desa ipu Mea, waktu itu cuaca tidak begitu mendukung, karena hujan yang tidak menentu, serta gerimis yang menemani kami di perjalanan. Tujuan kali ini lebih serius, karena kami akan berziarah ke makam Mariang Jangut/Jenggot Merah. Setelah mencari tempat tersebut, akhirnya kami sampai karena di depan makam tersebut tertulis nama seorang tokoh sejarah desa ipu mea. Yaitu “Mariyang Janggut”. Berjiarah dan mengambil foto untuk dokumentasi sesambil beristirahat sejenak karena hujan gerimis. Sekian..

3.    Perjalanan ke 2 pada tanggal 24 juli 2016
Sesuai janji, pagi itu Dody Yanto. P datang kerumah dan kami pergi untuk Misa pagi di gereja Santo Michael Tamiang Layang. .. eh.. sepertinya salah cerita..

Tidak!!, selesai misa kami pergi ke desa Wuran, sebenarnya perjalanan ini hanyalah modos Dody untuk menemui kekasih hatinya yang merupakan orang dari desa Wuran, makanya di mengajak saya ke gereja Tamiang Layang kemudian ke Wuran.

Saya menulis artikel ini berinspirasi dari perjalanan ke 3 ini, yah.. meskipun tidak terpusat secara lansung. Singkat perjalanan kami sampai ke Wuran, seperti tanpa ada pemasalahan kami sampai ke ujung desa wuran yang merupakan sebuah sungai besar yang menjadi sumber daya besar desa Wuran maupun Ipu Mea, banyak orang – orang datang untuk memancing. Sepertinya sungai di desa Wuran dan Ipu Mea merupakan destinasi tempat memancing terbaik di barito timur.

Bla blab la blah.. kami pun kembali dan berkunjung ke rumah Lista Karlina atau akrap di panggil Lili. Itulah pacar Dody.. …. .. .. di bagian ini my be, cukup menyedihkan bagi saya kalau harus di ceritakan, tapi itulah “Perjuangan Wuran dan juga perjuangan saya di Ipu Mea”. Dari perbincangan saya dengan Lista Karlina, saya mendapatkan peedback yang bagus untuk blog ini, katanya “naan hengau ku sa gaha mambaca tulisan nu”. suatu kebanggaan bagi saya karena blog ini sudah mulai di kenal masyarakat. Wkwkwk..

Cerita selesai dan kami pulang, terima kasih telah membaca tulisan ini. Mungkin orang yang tertarik untuk membaca tulisan yang agak panjang ini sampai selesai adalah Saya, Dwi Putra BBm, Dody Yanto P dan Lista Karlina, intinya Cuma kami ber 4. Terima kasih ..

Baca juga :
Sejarah Ipu Mea & Makam Mariang Janggut

.
.
.
Di perjalanan pulang.. ban sepeda motor Dody Yanto P bocor.. ahaha…a… sama seperti perjalanan pertama… jangan-jangan.. !!! yah.. lupakan.
Tabe…

Sabtu, 17 September 2016

Ke desa Panaan, Wisata Air Terjun Tangkum – Tabalong

AAA – Air Terjun merupakan tempat wisata favorit yang banyak disukai oleh kalangan masyarakat, khususnya para pemuda – pemudi. Apalagi yang masih single atau belum berkeluarga seperti admin.
Dalam perjalanan tim dari Sangkay City blog kemarin, bersama teman – teman dari desa Ampari Bura/Bahalang. Waktu itu pada tanggal 16 juli 2016. Dengan anggota admin Dwi dan Depri, bersama Dody dan Welly dari Bahalang.

Perjalanan yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit dari desa bahalang ini, kami lalui dengan kendaraan roda dua menuju desa Panaan, kec. Bintang Ara, Kab. Tabalong (kalsel). Sedangkan desa Ampari Bura/Bahalang terletak di, kec. Patangkep Tutui, kab. Barito Timur (kalteng), jadi perjalanan yang akan kami lewati adalah perbatasan 2 provinsi yang ada di Kalimantan. 

Di perjalanan, kami di suguhkan dengan pemandangan – pemandangan hutan rimba yang lebat, dengan tebing – tebing yang tinggi serta pegunungan, dan tidak lupa lembah-lembahnya yang sangat curam. Karena termasuk di pedalaman Kalimantan, desa Panaan sendiri memiliki hasil kayu sebagai sumber pendapatan desa. Seperti terlihat di foto di bawah ini!.
Sesampainya di desa Panaan, tempat masuk wisata adalah di samping mesjid panaan. Anda bias parkir kendaraan anda di mesjid tersebut.

Masuk ke dalam sekitar 1 km, dengan jalan setapak yang di kelilingi kebun karet dan hutan bambu. . 


Mengingat perjalanan kali ini di ketuai oleh Dody yang sudah pernah ke air terjun. Perjalanan jadi lebih mudah dan tidak tersesat.

Sempainya di air terjun Tangkum. Anda akan di suguhkan oleh panorama alam hutan rimba asli Kalimantan. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Di samping dinding air terjun juga terdapat liang. 

Sambil mendokumentasikan tempat tersebut kami juga mandi di bawah air terjun.
 

Yah itulah Air Terjun Tangkum yang ada di desa Panaan, Kecamatan Bintang Ara, kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Terima kasih


#Perjalanan di Tanah Dayak

Rabu, 31 Agustus 2016

#PERJALANANDITANAHDAYAK - EPISODE 1

LEWU HANTE - BARITO TIMUR

AAA - Yapp pada hari ini sesuai janji kami kemaren kami akan mengadakan sebuah project rahasia dan project rahasia itu adalah sebuah video dokumenter perjalanan kami ke berbagai tempat wisata di di kalimantan. Khususnya kalimantan tengah pada video kali ini kami mengujungi salah satu objek wisata yang ada di Barito Timur atau disingkat Bartim,
     yaitu lewu hante

               bisa di baca disini : wisata lewu hante - Barito Timur


langsung cek videonya ya
 

mungkin masih banyak kesalahan dalam video, saran dan kritikan akan sangat membantu agar kami bisa terus berkarya

Tonton juga :

#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 1
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 2
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 3
#PERJALANANDITANAHDAYAK – EPISODE 4


Tabe Salamat panalu lagi

Muntay_langit