Jumat, 10 Juni 2016

Daftar Istilah Dalam Adat Dayak Maanyan

AAA – Salam Sejatera untuk kita semua. Suda lama saya gak buat artikel di blog ini. Lentaran pekerjaan dunia nyata saya yang terlalu mengikat. Masih pembahasan tentang suku dayak maanyan. Di artikel ini saya akan membagi sedikit wawasan tentang beberapa istilah – istilah adat yang dipakai oleh suku dayak maanyan, suku yang ada di DAS Barito.

Baca juga : Tentang Suku Dayak Maanyan

Berikut Istilah dan Definisi Adat Dayak Maanyan :

  • Wadian / Balian adalah pemimpin ritual dalam beberapa upacara adat Dayak.
  • Damang / Damung adalah pemimpin/ tokoh masyarakat adat Dayak Maanyan.
  • Mantir adalah tetua adat atau kepala suku / kepala adat yang dihormati di tengah masyarakat Dayak Maanyan.
  • Wadian matei adalah pemimpin ritual dalam upacara kematian suku Dayak Maanyan.
  • Wadian welum adalah pemimpin ritual dalam upacara pengucapan syukur.
  • Datu Tunyung adalah surga dalam kepercayaan suku Dayak Maanyan.
  • Nansarunai adalah nama daerah atau kerajaan yang ada di Kalimantan, khususnya di Kabupaten Barito Timur.
  • Talamana Tuah Hukat adalah Tuhan dalam kepercayaan suku Dayak Maanyan dan juga sering disebut Alatala.
  • Kariau adalah roh-roh atau makhluk halus.
  • Adiau adalah roh orang yang sudah meninggal.
  • Tunti-Tarutuh adalah pinangan dalam masyarakat Dayak Maanyan.
  • Sihala adalah suatu hukum adat yang menangkap pasangan kumpul kebo atau praduga telah melakukan hal-hal yang tidak baik menurut pandangan adat atau telah melakukan perzinahan.
  • Mangkau adalah suatu tindakan mengambil isteri atau suami orang lain.
Suku dayak tak pernah lepas dengan adat dan tradisi. Seperti halnya dengan Dayak maanyan. Tulisan artikel di atas mungkin hanya sebagian dan masih belum lengkap, tapi harapan saya semoga dapat bermamfaat dan menambah wawasan anda. Lestarikan Adat dan budaya kita di dalam perbedaan, karena satu tetap kuat kita bersinar.

- sc -

Kamis, 09 Juni 2016

Objek Wisata Pesona Alam Lestari (PAL) di Palangka Raya

AAA – Slamat datang di Sangkay City Blog’s. Kali ini saya akan membahas tentang objek wisata baru yang ada di kota palangkaraya. Objek wisata tersebut adalah PAL atau Pesona Alam Lestari yang berada di Kerang Bangkirai, dapat dikatakan PAL berada di “ujung” kota Palangka Raya. Selain itu di Kereng Bangkirai ada juga Objek wisata Dermaga Kereng Bangkirai.
Untuk menuju PAL anda bisa melewati Jalan RTA Milono sejauh 9,5 Km dari bundaran kecil, kemudian anda akan menemukan Jalan Manduhara (dengan ciri pintu gerbang di ujung jalannya). Dari muara Jalan Manduhara menuju simpang PAL sejauh ± 3,7 Km, hingga nanti anda akan melihat papan penunjuk arah PAL.

Baca Juga : Tentang Orang Utan Kalimantan

Pesona Alam Lestari menyajikan pemandangan alam yang hijau dan udara yang sejuk. Untuk dapat menikmatinya, pengelola menyediakan Pondok-pondok yang dapat digunakan sebagai tempat duduk bersantai atau bahkan tidur-tiduran. Pondok dilengkapi dengan karpet dan bantal. Terdapat juga tempat sampah didepan pondok agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. Pondok-pondok ini berada di atas rawa yang terhubung dengan sungai sebangau. Dikenakan biaya sewa pondok sebesar Rp. 10.000.

Karena lokasi obyek wisata yang luas, fasilitas yang disediakan tidak hanya pondok di atas air tapi juga pondok di atas daratan serta tempat lesehan juga disediakan, dan juga terdapat tempat bermain untuk anak-anak, serta Tidak ketinggalan fasilitas wajib yang ada disetiap obyek wisata yaitu WC umum. Bagi anda yang haus dan lapar saat berwisata, di PAL juga tersedia warung yang menyediakan berbagai minuman dan makanan.
Kedepannya, pihak pengelola akan menambah fasilitas lagi seperti Kolam Renang, Outbound, Sepeda Air, ATF/Dewasa/Anak-anak, Mainan anak-anak dan Musik.

Untuk bisa masuk ke PAL tiap orang dikenakan biaya hanya sebesar Rp. 7.000. cukup murah bukan, karena akan terbayar dengan Pesona dari Alam. Dengan adanya Pesona Alam Lestari, menambah lagi daftar obyek wisata di kota Palangka Raya.

Berikut daftar obyek wisata di kota Palangka Raya :

1. Wisata Alam Bukit Tangkiling (Batu Banama)
2. Wisata Danau Tahai
3. Wisata Arboretum (Penangkaran Habitat Orang Utan) di Nyaru Mentang
4. Kum – Kum
5. DLL.

Sumber : https://otaktransparan.blogspot.co.id

Rabu, 08 Juni 2016

Mitos! Sejarah Goa Liang Ayah di Batu Sahur - BARTIM

AAA – Perjalanan di Tanah Dayak kali ini, kami dari sangkay city blog’s akan mengunjungi sebuah objek wisata yang terdapat di Desa Batu Sahur, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur.
Untuk Artikel kali ini kami akan membahas tentang sejarah asal usul liang ayah di batu sahur. Menurut sejarah yang saya ketahui Liang Ayah merupakan sebuah Balai tempat perkumpulan para pemegang agama Kaharingan (hindu).

Berikut Mitos, Sejarah dan Asal usul Liang Ayah di Batu Sahur :

Suatu ketika di Balai tersebut di adakan ritual Wadian ( acara adat ritual, atau perkumpulan para Balian untuk melakukan pengobatan untuk orang yang sakit ), jaman dahulu dalam suku Dayak Maayan dan Dayak Lawangan percaya jika seseorang yang sakit itu di karenakan oleh roh-roh jahat maka dari pada itu mereka berobat ke Balian atau dukun untuk melakukan pengobatan. Hal ini masih dipercaya sampai sekarang.

Pada suatu ketika di Balai tersebut diadakan acara Wadian, berkumpul lah orang-orang sebelum acara di mulai, namun ada seseorang pemuda yang hendak pergi berburu sebelum acara di mulai.

Kemudian berangkat lah pemuda tersebut untuk berburu dia mengitari dan berjalan ke hutan-hutan, namun dia merasa kecewa tidak ada pendapat hasil buruan yang memuaskan dia hanya mendapat seekor kera, dia sangat kesal di potong ya lah kedua buah langan kera itu dan di bawa pulang ke Balai ketempat orang yang akan melaksanakan acara Wadian tadi. Di acara tersebut pemuda itu melakuakan hal-hal yang tidak baik dia memukul gendang dengan kedua buah lengan kera yang di dapat ya berburu siang  sebelum acara di mulai.

Tiba-tiba hujan turun di sertai dengan Guntur yang menggelegar, datang lah sesosok Nayubutituru. Nayubutituru adalah sesosok iblis yang menjelma yang menurut penduduk dia iblis yang jahat. Rupanya Nayubutituru sangat marah atas perlakuan dan sifat yang dimiliki oleh pemuda tersebut akhirnya, semua yang ada di Balai tersebut menjadi batu di antara nya Kangkanung, Gendang, Guci, dan alat-alat yang ada di dalam Balai tersebut termasuk Wara (dukun), dan Balai tersebut semua menjadi batu termasuk orang-orang yang ada di dalam ya, ada sebagian orang saja yang selamat dalam kutukan tersebut.

Setelah kejadian tersebut, Nayubutituru melakukan sebuah perjalanan ke pegunungan, di perjalanan dia merasa lelah, dan kehausan, ketika sampainya di puncak pegunungan ditemuinya sebuah gubuk yang berpenghuni seseorang setengah baya, di gubuk tersebut iya istirahat sejenak dan meminta air minum dari orang setengah baya tersebut, namun orang setengah baya tersebut mengetahui bahwa yang sedang bertamu adalah sesosok jelmaan dari Nayubutituru yang membuat gempar penduduk kampung akan kejahatannya, dia pun berpikir sejenak bagaimana cara membunuh Nayubutituru tersebut, kemudian diambil nya lah sebuah bambu runcing berwarna kuning di bambu itu di masukannya lah air yang di minta Nayubutituru tadi dan ketika Nayubutituru meminum air tersebut orang setengah baya tersebut langsung menancapkan bambu tersebut ke dalam tenggorokan Nayubutituru,dan meninggallah dia.

Dari saat itu penduduk kampung merasa aman dan tidak pernah merasa terganggu lagi di dalam suatu tindakan atau kegiatan mereka.

Baca Juga : Objek WIsata Goa Liang Ayah

Itulah sedikit sejarah tentang asal mula batu di batu sahur, atau lebih dikenal sebagai liang ayah.

sumber : http://imanuelpunya.blogspot.co.id

Alat Rumah Tangga Dayak Maanyan

AAA – Sebelumnya saya pernah membuat artikel tentang Alat – Alat Berburu, alat – alat perikanan, dan alat – alat pertanian yang di gunakan oleh suku Dayak Maanyan. Kini ada satu hal lagi yang patut anda ketaui yaitu tentang Alat Rumah Tangga Dayak Maanyan. Hampir sama dengan artikel saya sebelumnya, beberapa dari peralatan tersebut masih bersifat tradisional dan membentuk sebuah budaya.
Untuk perlengkapan hidup era moderen ini tidaklah begitu susah, dimana hampir semuanya dapat didapatkan dengan instan, asalkan ada uang anda pasti bisa hidup. 

Akan tetapi saya sebagai seorang blogger ingin mengajak anda yang membaca tulisan saya untuk lebih mengenal beberapa peralatan-peralatan rumah tangga suku Dayak Maanyan dari dulu hingga sekarang. 

Berikut daftar nya :
  1. Bakul. Bakul yang terbuat dari ahas atau bamban pada umumnya di gunakan untuk  mengisai (mencuci) beras yang akan di masak, sedang yang terbuat dari bambu dan  purun, ukurannya yang lebih besar, biasa digunakan dalam wadah dalam rumah tangga, dan sebagainya.
  2. Cubit / cobek. Cubit ( cobek). Dibuat dari kayu atau tanah liat dan di lengkapi dengan  ulak-ulak (kulak) yang terbuat dari akar bambu. Kegunaannya: untuk menghakuskan bumbu-bumbu, sambal dan sebagainya.
  3. Parapatan. Parapatan terbuat dari tempurung kelapa, berguna sebagai alat penakar seperti pada gantang.
  4. Kandi / Kendi / buyung / kusi.
  5. Kenceng. Kegunaanya untuk menanak nasi.
  6. Gantang digunakan sebagai alat pengukur atau penakar hasil pertanian (padi, beras dan kacang-kacangan), dan juga sebagai alat-alat penakar/pengukur jual beli hasil-hasil pertanian.
  7. Cupak / garabuk. Cupak atau garabuk berfungsi sebagai ember untuk menimba air dari sumur. Alat ini masih digunakan di desa-desa, terutama pada musim kemarau.
  8. Nyiru. Nyiru digunakan terutama untuk membersihkan gabah kotor. Pekerjaan ini disebut menampi. Selain itu digunakan pula untuk keperluan-keperluan, misalnya untuk tempat menjemur ikan yang akan dikeringkan. Nyiru jarang atau ayakan. Di gunakan untuk memisahkan gabah dari beras, sedangkan Panai, kegunaanya sebagai tempat air, tempat mencuci dll.
Itulah beberapa alat rumah tangga yang saya himpun sebagai tambahan wawasan bagi anda. Wawasan Kalimantan.

Baca Juga : Alat Pertanian Dayak Maanyan

Minggu, 05 Juni 2016

Alat Perikanan Dayak Maanyan

AAA – Selamat datang kembali di Sangkay City Blog’s. Tak bosan – bosan nya admin akan membahas tentang Suku Dayak pedalaman yang termasuk dalam rumpun Dayak Ot Danum, yaitu Suku Dayak Maanyan.

Kali ini admin akan membahas sedikit tentang alat alat perikanan atau alat untuk menangkap ikan yang menjadi ciri khas dari dayak maanyan.

Berikut daftar Alat – alat Perikanan tersebut :

  1. Lukah / Bubu / Wuwu. Alat ini digunakan untuk menangkap ikan.
  2. Lunta. Alat ini digunakan untuk menangkap ikan dengan cara menebarkannya ke dalam air.
  3. Rengge. Yaitu jala yang dipasang membentang di sungai atau di danau untuk menangkap ikan.
  4. Tampirai. Digunakan untuk menangkap ikan - ikan kecil setelah tempirai dan hampang terpasang, maka ikan dihalau untuk masuk ke dalam tempirai.
  5. Jambih. dipakai untuk menangkap ikan disawah yang airnya dangkal pada malam hari.
  6. Lalangit. Untuk menangkap ikan didaerah perairan yang dalam sekitar 1-2 meter.
  7. Jala kalabau. Alat ini digunakan untuk menangkap ikan kalabau, alat ini digunakan pad kedalaman air antara 2-3 meter.
  8. Hampang balat. Kegunaanya untuk penangkapan ikan di sungai dan danau yang di timbuhi rerumputan.
  9. Hampang tarumbuan. Digunakan untuk menangkap ikan.
  10. Banjur atau Rawai. Berfungsi untuk menangkap ikan, hamper sama dengan Wintan digunakan dengan umpan yang terbuat dari potongan-potongan ikan, cacing, belut atau siput     sawah yang besar.
  11. Kabam. Alat ini digunakan untuk menangkap ikan sanggiringan, ikan wader dll.
  12. Rawai tauman. Berguna untuk menangkap ikan gabus.
  13. Wintan. Yaitu kail yang menggunakan joran dan nilon yang untuk memancing ikan.
Itulah beberapa alat alat yang digunakan oleh orang orang dayak. Alat penangkap ikan di atas sudah ada dari dulu dan menjadi tradisi serta warisan nenek moyang. Kita sebagai generasi muda seharusnya mengetahui dan memelihara tata cara menangkap ikan dengan alat alat di atas, tentunya alat tersebut tidak merusak ekosistem.

Baca juga : Alat Berburu Suku Dayak Maanyan

Demikian artikel kami tentang Alat perikanan Dayak Maanyan, jika ada yang kurang lengkap bisa anda tambahkan di kolom komentar. Terima Kasih.

Sabtu, 04 Juni 2016

Alat Pertanian Dayak Maanyan

AAA – Untuk hidup, masyarakat Suku Dayak Maanyan memiliki peralatan khusus dalam hal bercocok tanam. Dalam artikel ini akan membahas tentang peralatan – peralatan yang digunakan oleh Dayak Maanyan dan menjadi tradisi, sebab peralatan tersebut adalah alat – alat tradisional.
Wadiung
Berikut beberapa alat pertanian yang telah kami himpun :
  1. Wadiung / Balayung. Wadiung / Balayung digunakan untuk menebang kayu atau memotong kayu yang keras.
  2. Butah atau ungking. Digunakan sebagai alat atau tempat untuk membawa alat-alat pertanian, seperti kapak, parang, blayung dan lain-lain. Juga digunakan untuk membawa hasil-hasil pertanian tanaman galangan seperti, ubi kayu, talas, dan lain-lain.
  3. Garu atau gagaru. Untuk mengumpulkan rumbut-rumput yang sudah ditebas di sawah, rumpu-rumput dikumpulkan menjadi gundukan. Gundukan rumput ini di tarik dengan gagaru ke pinggir sawah.
  4. Gumbaan. Digunakan untuk membersihkan gabah yang masih kotor untuk memperoleh gabah bersih, memisahkan atau menghilangkan sekam dari gabah yang telah di pecah dari kulitnya.
  5. Kandutan. Merupakan tempat untuk menampung atau mengumpulkan padi sewaktu menuai.
  6. Lanjung / Buyung. Untuk mengangkut hail pertanian terutama mengangkut padi bertangkai dari sawah kerumah
  7. Tajak. Berguna untuk memotong rumput disawah sampai ke akar-akarnya.baik pada sawah yang berair maupun yang tidak berair (pematang sawah).
  8. Tatujah. Digunakan untuk membuat lubang di tanah persawahan yang basah atau berair untuk menanam padi. Di tanah ladang atau sawah pematang dipergunakan pasak seperti alu yang ujung bawahnya diruncingkan.
  9. Taruh / Parang. Berfungsi bukan saja sebagai alat rumah tangga, tetapi juga sebagai alat pertanian, alat perburuan, alat perlengkapan persenjataan  dan lain-lain.
Kebanyakan dari suku dayak maanyan adalah petani lahan kering atau di pegunungan, hanya sebagian yang bertani di lahan basah atau sawah, seperti di Kab. Barito Timur yang menjadi pusat dari suku dayak maanyan Pertanian Lahan Kering sudah menjadi tradisi. Untuk Pertanian Lahan Basah terdapat di daerah Kec. Paku, Ampah dan Bambulung. Sisanya petanian di lahan kering.

Baca juga : Alat Berburu Suku Dayak Maanyan

Alat Berburu Suku Dayak Maanyan

AAA – Di jaman yang serba moderen ini, banyak peralatan berburu canggih yang sudah tercipta, tapi di artikel ini saya akan mengajak anda mengenal kembali alat – alat berburu yang di pakai oleh masyarakat suku dayak maanyan pada jaman dulu. Jika anda berasal dari suku dayak, tentunya pasti sudah mengenal beberapa peralatan berburu suku dayak.

Baca juga : Alat Pertanian Dayak Maanyan

Dan berikut daftar alat – alat untuk berburu yang dilakukan oleh suku dayak maanyan : 

  1. Sarapang / Sampapak, sejenis tombak yang bermata 3 atau empat untuk menombak ikan.
  2. Riwayang / Turis. Sejenis tombak, namun memiliki tali. Ketika ditombakkan ke binatang buruan, sekalipun buruannya besar dan mampu mematahkan gagang tombak, namun tombaknya tidak bisa terlepas.
  3. Sapung. Alat untuk memanggil burung-burung sawah, khususnya bangau untuk mempermudah penangkapannya.
  4. Pulut / Te’en. Ini adalah sejenis lidi yang telah dilumuri getah kayu atau karet untuk menangkap burung. Kalau burung kena getah ini, maka burung tersebut jatuh karena tidak bisa terbang dan biasanya alat ini ditaruh di pohon buah-buahan makanan burung-burung.
  5. Duha / Tombak.
  6. Parang / Taruh
  7. Petan / Sumpit
  8. Panah.
  9. Paluh. Paluh adalah sejenis jala yang dibentangkan di udara di antara pohon - pohon di hutan untuk menangkap Paing atau Kalong dan juga Kelelawar atau Juris.
Foto : Ade Kristanto
Dengan peralatan berburu di atas, masyarakat dayak bisa menjadikannya sebagai peralatan matapencaharian. 

Alat alat berburu di atas juga sudah menjadi tradisi dan budaya di kalangan masyarakat, meskipun masih terlihat tradisional tapi tidak merusak lingkungan. 

Bahkan hampir di setiap rumah orang dayak pastinya terdapat benda benda untuk berburu tersebut.


Terima Kasih kunjungan nya. 

Maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan kami. Kritik dan saran nya. Tabe !


Baca juga : Alat Perikanan Dayak Maanyan
Baca juga : Alat Rumah Tangga Dayak Maanyan